Minggu, 18 Januari 2009

After all, eat at mc d

Yak, hari minggu yang sedikt menyenangkan, mendatangi kawinan saudaranya teman.
barawal dari rencana mandatangi acara tepat jam 7 malam,
arrgghhh, biasa dengan segala mara halangan kembali lagi dan kembali lagi terjadi kejadian lelet melelet!!
makan OBat!!!!
barharap keleletani ini balak berkurang sedikit demi sedikit.

Amin!

Minggu, 11 Januari 2009

Harga BBM Turun, Harga-harga Lain Juga Harus Turun



Jakarta - Penurunan harga BBM ternyata tidak langsung diikuti oleh penurunan harga-harga lain termasuk sembako dan transportasi. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mendesak agar pemerintah melakukan tindakan yang tegas guna mendorong penurunan tarif transportasi di dalam negeri, dengan diturunkannya kembali harga BBM.

"Saya juga harus tegaskan, kalau BBM turun, komponen harga yang lain seharusnya juga turun. Dulu transportasi naik tiket naik karena harga minyak naik, sembako naik. Kalau BBM turun semua komponen itu juga harus turun," tuturnya usai menghadiri acara HUT ke 62 BPK RI di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (12/1/2009).

Hidayat mengatakan, penurunan harga BBM sudah seharusnya dilakukan. Penurunannya juga jangan hanya berkisar premium saja tapi harus solar dan minyak tanah.

"Karena yang menyangkut hajat hidup orang banyak adalah solar dan minyak tanah. Sudah seharusnya turun karena harga minyak dunia sudah turun. Sebaiknya diturunkan secepatnya karena kalau dekat-dekat pemilu nanti takutnya nanti dikomentari politis," paparnya.

Selain itu dilanjutkan Hidayat, di era keterbukaan ini masyarakat harus tahu harga minyak turun. Kalau dulu dinaikan karena harga minyak naik, sekarang saat harga minyak turun BBM harus diturunkan.

"Berapa penurunannya, silahkan pemerintah kaji berapa yang ideal. Yang jelas harus signifikan sesuai dengan penurunan harga minyak dunia dan membawa dampak penurunan harga komoditas lainnya," katanya.

Hidayat menilai, penurunan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemilu 2009.

"Penurunan itu kan terkait dengan naik turunnya minyak jadi intinya goodwill pemerintah harus ada turunkan harga BBM tanpa harus dikaitkan dengan Pemilu 2009," kilahnya.

Selain itu, mengenai program stimulus Rp 50 triliun yang disediakan pemerintah di 2009, menurut Hidayat itu merupakan hal positif.

"Cuma realisasinya jangan hanya bisa dinikmati oleh pengusaha-pengusaha tertentu. Stimuluus itu bisa dirasakan oleh smua masyarakat karena rakyat menunggu stimulus yang berkeadilan dan merata," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua BPK Anwar Nasution mengatakan saat ini auditor BPK juga sedang melakukan audit terkait penerapan harga BBM dikaitkan dengan harga minyak internasional.

"Dari dulu saya sudah katakan harga BBM itu ikuti harga pasar, jangan di pantekin. Seperti Tangguh yang kita rekomendasikan untuk dinegosiasikan ulang karena harganya lebih murah. Masa jual ke China lebih murah daripada jual ke masyarakat miskin. Pokoknya jangan coba-coba melawan harga pasar," tuturnya.


(dnl/qom)

Sabtu, 10 Januari 2009

Pemimpin Hamas Sebut Serangan Israel Sebagai Holocaust



Damaskus - Pemimpin Hamas Khaled Meshaal menuding Israel telah melakukan 'holocaust' di Gaza. Menurutnya, aksi militer Israel tersebut hanya semakin membenamkan Gaza ke dalam 'lautan darah.'

"Aku tanya kalian hai orang-orang Israel, apa yang telah kalian dapat dengan perang yang kalian dukung ini? Apa yang kalian peroleh kecuali membunuh anak-anak tak berdosa dan menciptakan tumpukan tengkorak dan lautan darah di Gaza?" seru Meshaal dalam pidatonya di Suriah yang disiarkan stasiun-stasiun televisi Arab seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/1/2009).

"Apa yang kalian raih kecuali holocaust yang dengannya para pemimpinmu ingin memenangkan pemilu mendatang?" lanjutnya.

Holocaust merupakan istilah untuk menyebut pembantaian orang-orang Yahudi oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Sekitar 6 juta orang Yahudi menjadi korban keganasan Hitler dalam peristiwa tersebut.

Meshaal yang tinggal di Suriah itu menilai Israel sengaja menarget warga sipil untuk merontokkan moral para militan di Gaza. Dia berulangkali menyebut syarat gencatan senjata yang diinginkan Hamas, semisal diakhirinya blokade Israel yang menjadi salah satu penyebab Hamas enggan melanjutkan perjanjian damai.

Meshaal juga mengatakan, serangan Israel ke gaza tak akan berhasil mencapai tujuan militernya. Buktinya roket masih tetap diluncurkan oleh orang-orang Palestina ke Israel. "Kalian telah menciptakan perlawanan di setiap rumah dan kota," tegasnya.

Israel, lanjut Meshaal, justru kalah dalam perang opini internasional. Buktinya demonstrasi digelar di seantero dunia guna mengecam serangan Israel.

"Kita tengah hidup di hari-hari paling sulit penuh peperangan. Yang kita butuhkan adalah perlawanan yang kuat di Gaza dan dukungan dari dunia Arab, Islam, dan internasional sampai agresi ini usai dan musuh mundur," serunya.

(sho/sho)

Samarinda versus Balikpapan

“Ini Balikpapan, Bung! Bukan Samarinda!”

Kalimat yang sedikit saya dramatisir itu, apa maksudnya? Tapi, dari kata dan nadanya, kita bakal segera tahu, memang “ada” beda antara Balikpapan, si Kota Minyak dengan si Kota Sarung, Samarinda.


DI KALIMANTAN Timur, Balikpapan dikenal sebagai kota bisnis. Bangunan-bangunan tinggi menjulang di sana-sini. Lokasi-lokasi hunian mewah, pusat-pusat perbelanjaan, tempat-tempat hiburan malam, hotel-hotel berbintang.

Balikpapan berada di pinggir laut. Pelabuhannya, Semayang, paling ramai di Kalimantan Timur. Airportnya berkelas dunia, namanya Sepinggan. Banyak perusahaan pertambangan besar berkantor di sini. Ada Pertamina, Unocal, Total Indonesie, Chevron, sampai agen telur ayam di Pandansari.

Tiap malam, kawasan Melawai ditongkrongi anak-anak muda dan tua. Kafe-kafe di Bandar, menyuguhkan pemandangan lepas, Selat Makassar. Di sini, ada kopi tubruk, sekoteng, ronde, roti bakar, mie godhog, apa saja. Soal harga, bisa diatur, tak perlu kuatir “dihajar”.

Lokalisasi agak jauh ke pinggir, agak jauh dari hiruk-pikuk pusat kota. Letaknya di kilometer 17, di jalan poros Balikpapan-Samarinda. Makanya, “pusat jajan” di Balikpapan dinamai “Kilo 17″. [Monggo pinarak, silakan ngicipi...]

Samarinda, ia merupakan pusat pemerintahan provinsi. Ia menang pada jumlah dan kemegahan kantor-kantor pemerintahan. Soal bangunan tinggi, perumahan bagus, pusat belanja, tempat hiburan malam, hotel berbintang, bisa dipastikan masih di bawah Balikpapan.

Masalahnya, apa sebab, saya merasa berjalan-jalan di Balikpapan lebih nyaman ketimbang di Samarinda? What happen, atuuh?

Ini dia yang belum benar-benar saya mengerti musababnya. Padahal, beberapa ruas jalan di Balikpapan maupun Samarinda sama-sama melengkung-lengkung, bergunung-gunung. Kualitas cewek-ceweknya pun tak ada beda: pesek-pesek. Pejabat dan pengusahanya juga sama-sama pelit. Harga sewa internet juga tak ada selisih: 6.000 rupiah perjam. Harga beras sama-sama mahal. Hawa sama-sama panas. So why?

Kalau boleh saya menjembengkan beberapa pengalaman “kecil”, mungkin ini antara lain pemicunya:
Posisi tempat duduk angkutan kota [angkot] di Samarinda, antarpenumpang saling berhadapan[U-shaped]. Di Balikpapan, kursi buat penumpang searah dengan sopirnya, semua menghadap ke depan. Buat saya, posisi kursi angkot Balikpapan, lebih nyaman ketimbang angkot di Samarinda. [Catatan: di sini, orang menyebut angkot sebagai "taksi". Untuk taksi "beneran", perlu ditambah kata "argo".]
Masalah kebersihan, saya yakin lebih banyak orang yang sependapat bahwa Balikpapan lebih oke. Jalanan, pasar, perumahan sampai terminal bus, jauh bedanya! Berjalan-jalan siang hari di Samarinda, terlebih melewati beberapa ruas jalan tertentu, bisa-bisa hidung penuh debu. Setiap perjalanan dari Samarinda menuju Balikpapan, saya selalu bersenang hati manakala turun di Terminal Bus Batu Ampar, Balikpapan. Sebaliknya, dari Balikpapan ke Samarinda, saya tidak akan pernah mau lagi turun di Terminal Bus Sungai Kunjang, Samarinda. Kada nyaman, leh! Saya lebih suka loncat di pangkalan ojek seberang, sebelum jembatan Mahakam.
Tata ruang kota Samarinda, oleh sebagian orang, dinilai awut-awutan. Sebagai pengguna setia angkot, saya pun sependapat. Saya lihat, rute angkot di Samarinda seperti benang bundhet, meliuk-liuk, bikin pusing penumpang. Yang mestinya bisa melalui jalur yang lebih pendek, diputar-putarkan dulu ke sana ke mari.
Kawasan Tepian Mahakam, tempat nongkrong orang Samarinda, atau yang kebetulan tengah berada di kota ini. Sayang, berbeda dengan Melawai di Balikpapan, sebagian pedagang di Tepian Mahakam suka “menghajar” pembeli dengan harga tak wajar.

Kalimantan Timur memang “lucu”. Kalau di provinsi lain, airport utama bisa dipastikan selalu ada di ibukotanya. Tetapi di sini, Balikpapanlah pemilik bandara internasional. Airport Temindung di Samarinda, cuma buat pesawat-pesawat perintis, kecil-kecil. Sebuah bandar udara yang lebih besar, sedang dalam tahap mula pembangunan di Sei Siring, Samarinda Utara. Tapi kayaknya, terkendala fulus.

Yang juga “lucu”, Markas Kepolisian Daerah [Mapolda] Kaltim pun bukan di ibukota provinsi, melainkan di Balikpapan. Tidak mengherankan kalau orang yang jadi Kapolda Kaltim pasti lucu-lucu.

Seorang kawan punya kelakar begini: “Di Balikpapan, kalau ada pengendara mobil atau motor nyelonong waktu lampu merah masih menyala, dia pasti alumni Samarinda.” Terkesan melecehkan? Begitulah…

Kawan saya yang lain, seorang penjaga warnet di jalan Ahmad Yani, Gunungsari, Balikpapan, punya komentar lebih “kejam” lagi,”Orang Samarinda susah diatur!”

Kesan dan penilaian yang kurang baik dari sebagian masyarakat terhadap Kota Samarinda inilah yang pada akhirnya akan bermuara pada satu kalimat politis: “Mengatur Samarinda saja tidak becus, kok mau memimpin Kalimantan Timur!” Hahaha, maafkan ai, Pak Wali…

Jumat, 09 Januari 2009

Kecam Agresi Israel, Mahasiswa di Samarinda 'Boikot' KFC


Samarinda - Aksi mengecam Israel yang menyerang Palestina terus bergulir. Di Samarinda, sekitar 200 mahasiswa menyerukan boikot terhadap 175 produk Amerika yang diduga buatan Israel.

Aksi itu digelar di Jalan Dr Sutomo hingga Jalan Letjen S Parman, Jumat (9/1/2009) pukul 16.45 Wita. Selain longmarch, mereka juga menempel poster ukuran besar bertuliskan 'Boikot Produk Israel' di restoran cepat saji KFC di Mal Lembuswana.

"KFC adalah jelas salah satu produk Amerika yang tidak lain juga Israel," kata Dedy Salman, seorang orator usai menempelkan poster tersebut di pintu
masuk KFC.

Sebelumnya sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan belasan aparat kepolisian dari Satuan Samapta Poltabes Samarinda yang mengelilingi restoran cepat saji tersebut. Ketegangan muncul ketika 100 orang pengunjukrasa di antaranya berupaya masuk ke halaman Mal Lembuswana dan berorasi di depan restoran KFC tersebut.

Namun ketegangan tidak berujung adu fisik menyusul sikap kooperatif aparat
kepolisian terhadap mahasiswa. "Tidak akan ada kekerasan kalau kita berorasi di depan KFC. Saya jamin itu," kata salah satu orator.

Setelah perwakilan pengunjukrasa berhasil menempelkan poster boikot KFC, mereka pun membubarkan diri dengan tertib. Sementara Kasat Samapta Poltabes Samarinda Kompol Jepri Yuniardi SiK mengatakan, pusat-pusat perbelanjaan merupakan salah satu obyek vital yang mendapat pengamanan ekstra, terutama dari aksi-aksi unjuk rasa.

"Karena di dalam mal, banyak masyarakat yang membutuhkan ketenangan dan keamanan. Kita turunkan sekitar 2 pleton (60) orang anggota Samapta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Jepri.(ken/gah)

Kamis, 08 Januari 2009

Parpol Ramai Aksi untuk Palestina



Krisis Gaza 'Oksigen' untuk Parpol

jakarta- Krisis di Jalur Gaza menjadi 'makanan' empuk untuk partai-partai politik menjelang Pemilu 2009. Berbagai kegiatan pun digelar atas nama Palestina untuk menarik mata publik.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya. Beberapa waktu lalu, partai yang sukses pada Pemilu 2004 itu menggelar demo besar-besaran untuk warga Palestina. Mereka juga menggalang dana dengan program one man one dolar.

Seakan tak mau kalah, Partai Bulan Bintang (PBB) juga menggalang program serupa dengan one man one dinar untuk Palestina. Partai ini juga berencana memberi bantuan senjata untuk warga Palestina.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Gadjah Mada Hermin Indah Wahyuni menilai, fenomena semacam ini memang wajar terjadi. Partai politik, menurutnya, memang hidup dari isu-isu yang berkembang.

"Ya memang tidak bisa dipungkiri, eksistensi hadir dari hal-hal yang terjadi di sekitar kita," kata Hermin saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/1/2009).

Berikut wawancara Hermin dengan detikcom seputar 'kegiatan' parpol-parpol untuk warga Palestina.

Bagaimana dengan manuver dari parpol-parpol itu?

Itu wajar-wajar saja karena isu-isu semacam itu memang menjadi 'oksigen' untuk partai-partai khususnya parpol yang membawa nama Islam. Mereka sadar, isu ini memang memiliki daya pikat yang bagus. Maka mereka berlomba-lomba mencari simpati dari peristiwa itu.

Tapi ini jadi cuma seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan?

Ya memang tidak bisa disalahkan juga. Peristiwa kan memang tidak bisa dikendalikan. Ini fenomena bagus dan punya hallo effect yang bagus. Itu disadari oleh parpol-parpol.

Tapi ini bisa menjadi tidak sehat kalau orang hanya terpancing dengan sesuatu yang bersifat tidak substantif dalam konteks Indonesia.

Mestinya parpol harus bagaimana?

Boleh-boleh saja menggelar aksi untuk Palestina. Tapi parpol sebaiknya membuat sesuatu yang menyejukkan. Misalnya saja dengan lebih mendorong pemerintah untuk berbuat, untuk bersikap terhadap krisis Gaza ini.

Mestinya parpol bisa mengajak orang berpikir, ini level internasional. Mestinya yang main negara, bukan orang. Apakah mau mengirim orang tanpa skema yang jelas. Itu tentu tidak rasional.

Mungkin parpol bisa mendorong negara untuk bersikap. Misalnya seperti di Libanon, kan tentara kita ada yang di sana. Mungkin bisa diarahkan begitu. Kalau hanya mengajak orang jihad, itu pembodohan di mana-mana.

Apakah isu Jalur Gaza ini pantas dijadikan bahan kampanye?

Ya seperti yang saya bilang tadi, ini memang 'oksigen' untuk parpol, tapi sebaiknya parpol-parpol itu tidak asal ikut-ikutan. Ini akan menjadi aneh kalau hanya respons sesaat.

Isu ini sama sekali nggak substantif. Sama sekali mereka tidak menjelaskan bagaimana mereka akan mengatur negara ini nantinya. Hanya parsial.(ken/nrl)

Rabu, 07 Januari 2009

Siti Nurhaliza - Lentera Timur Free Mp3 download


Album terbaru dari Siti Nurhaliza ini di luncurkan setelah natal 2008 di malaysia, singapura, Brunai serta yang terakhir di Indonesia. LENTERA TIMUR mengetengahkan konsep tradisional kontemporari guna mengobati kerinduan penggemar Siti yang selama beberapa tahun Siti hanya menghasilkan album bernuansa pop.

Menurut Siti, walaupun lagu-lagu dalam album ini berirama tradisional tetapi susunan musik dibuat mengikut citarasa masa kini dengan sentuhan musik moden. Namun cirikhas musik serta penggunaan alat musik tradisional amat dititikberatkan dalam penghasilan tiap lagu.


Track list (klik to download)

1. "Di Kayangan Kita" Johari Teh, Keon
2. "Bintang Malam" Johan Nawawi, Amran Omar
3. "Cinta Ini" Katon Bagaskara
4. "Ada Masa Mata" M. Nasir, Ad Samad
5. "Bulan Yang Mesra" Khairil Johari Johar, Zubir Ali
6. "Seloka Budi" Adnan Abu Hassan, Azam Dungun
7. "Rasa Antara Kita" Khairil Johari Johar, Zubir Ali
8. "Senyum Minang Manis" Zul Mahat, Abot
9. "Joget Menanti Kasih" S.Atan, Habsah Hassan
10. "Di Taman Teman" Fauzi Marzuki, Hairul Anuar Harun
11. "Jelmakanlah Ayumu" Pak Ngah

full album :

1.Siti Nurhaliza - Lentera Timur

album password :
http://www.misshacker.com